. Lembaga Sertifikasi Profesi

Jumat, 31 Oktober 2014

Daftar Gaji/Bayaran Pekerja IT Indonesia di Berbagai Bidang

Di era dimana teknologi semakin canggih ini, keberadaan tenaga Informasi Teknologi (IT) memang sangat dibutuhkan. IT bisa terbilang sektor pekerjaan idaman di samping sektor Pertambangan dan Perbankan.
Bagi Anda yang berminat terjun ke dunia professional IT, tidak ada salahnya jika Anda mengetahui terlebih dahulu pasaran gaji yang diterima oleh para pekerja IT lainnya. Responden Gajimu yang bekerja di bidang IT ini telah berbagi informasi mengenai gaji/bayaran yang mereka terima melalui fasilitas Survei Gaji yang tersedia di Gajimu.

Berikut adalah tabel gaji/bayaran rata-rata per bulan yang didapat oleh para pekerja IT di Indonesia berdasarkan Survei Gajimu.
Gaji/Bayaran rata-rata per bulan dilihat dari jenis pekerjaan dan tahun pengalaman
                              Tahun Pengalaman 
Jenis PekerjaanTidak ada pengalaman (dalam Rupiah)Kurang dari 5 tahun (dalam Rupiah)5 – 10 tahun (dalam Rupiah)Lebih dari 10 tahun (dalam Rupiah)
Ahli ilmu telekomunikasi 2.414.124 2.665.353 - 3.874.577 4.552.773 – 6.476.864 < 7.215.536
Ahli Jaringan/Perangkat
 Keras
2.693.486 3.293.782 - 4.213.680 5.079.620 - 6.898.034 < 7.215.536
Teknisi Jaringan 2.216.959 2.973.788 - 3.874.577 5.079.620 - 6.898.034 < 7.215.536
Teknisi telekomunikasi 2.414.124 2.665.353 - 3.472.714 4.552.773 - 6.182.585 < 6.467.156
Pengurus pengarsipan
data
2.414.124 2.665.353 - 3.472.714 4.552.773 - 6.458.108 < 8.196.739
Perancang
pengarsipan data
2.414.124 2.665.353 - 3.472.714 4.552.773 - 6.898.034 < 7.537.092


*catatan: hasil gaji berdasarkan tingkat pendidikan S1, lama pengalaman kerja dan berlaku bagi pekerja di perusahaan non asing. Data didapat dari hasil survey gaji.
Dalam dunia IT, terlihat laki-laki lebih mendominasi sektor pekerjaan ini. 79% responden Gajimu yang berstatus sebagai pekerja IT adalah laki-laki. Dari data survei juga memaparkan bahwa gaji pekerja IT yang berjenis kelamin perempuan mendapat gaji dibawah laki-laki, walaupun posisi dan pengalaman kerja mereka sama. Meskipun begitu, bidang IT tetap menjadi bidang pekerjaan yang menjanjikan bagi laki-laki dan perempuan.
Jangan lupa untuk berbagi informasi gaji kepada teman-teman yang membutuhkannya dengan mengisi Survei Gaji. Dan Anda juga bisa memeriksa standar gaji untuk pekerjaan Anda di Cek Gaji. Kami tunggu partisipasinya

SMK Bisa Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai

Pendidikan, Lapangan kerja, pengangguran, adalah problem besar di Indonesia, masih rendahnya mutu pendidikan ditambah susahnya mencari pekerjaan, kemiskinan, sedikitnya lowongan kerja yang tersedia, menjadi persoalan yang harus menjadi tugas pemerintah untuk mengambil langkah cepat untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai seperti SMK Bisa, SMK Mandiri, SMK yang lulusannya berkualitas dan siap kerja. Sekolah Menengah Kejuruan harus disiapkan untuk mengisi lowongan kerja tingkat menengah yang sudah tersedia, selain itu pemerintah harus juga mendorong terciptanya peluang kerja baru yang bisa menampung siswa lulusan SMK baik lewat program pegawai negeri, mendorong perusahaan baru, mendukung UKM, UMKM, melatih dan mendorong wirausaha baru, entrepreneur baru, pabrik ramah lingkungan baru, Perusahaan Baru, kesempatan kerja baru.


SMK Bisa, Menciptakan Tenaga Kerja Siap Pakai


Tidak mudah memang menyiapkan tenaga kerja siap pakai, siap kerja, namun upaya departemen pendidikan dalam hal ini Direktoran Pembinaan Pendidikan Kejuruan Direktorean Jenderal Menajemen Pendidikan dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (dit-PSMK) bisa melakukan pembinaan untuk program SMK bisa menurut pengamatan saya adalah langkah tepat terutama terkait dengan banyaknya pengangguran elite, pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, pengangguran yang disebakan oleh banyaknya tenaga kerja lulusan perguruan tinggi yang ternyata tidak siap pakai.

Program program SMK bisa harus benar benar bisa link dan match dengan kebutuhan pasar kerja, lebih lebih kalau juga bisa disiapkan untuk mendukung pasar kerja luar negeri yang terampil, bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga PRT seperti TKI selama ini.


Persoalan Gengsi, Harus Dirubah dengan Bangga SMK Bisa
 
Orang sekelas Tantowi Yahya sebagai Icon Iklan SMK Bisa, saya yakin iklan ini akan berhasil mendorong lulusan SMP tertarik melanjutkan ke SMK. Terutama yang berasal dari daerah dimana orang tuanya tidak mampu untuk nantinya (setelah SMA) melanjutkan ke perguruan tinggi yang saat ini biayanya sangat tinggi itu.

Dulu lulusan SMK masuk dalam golongan kelas 2, kalau tidak SMA tidak keren, nah dengan iklan di TV tentang SMK bisa diharapkan ada kebanggaan pada siswa SMK. Dengan modal kebanggaan biasanya diikuti dengan semangat keras selama pendidikan. Semangat kerja keras untuk mengikuti setiap belajaran yang diikuti tentu akan meningkatkan kualitas lulusan SMK.


Kompetensi Siswa SMK Bisa Bersaing Global


Pemerintah akan terus meningkatkan pembinaan kompetensi siswa SMK berprestasi di tingkat nasional sehingga mampu mengharumkan nama bangsa dan bersaing di tingkat dunia.

Kamis, 30 Oktober 2014

LPK dan manfaatnya

Saat ini di dunia kerja membutuhkan tenaga-tenaga terampil dengan keahlian siap kerja. Keahlian spesifik yang dibutuhkan di dunia kerja diantaranya adalah keahlian komputer, akuntansi, dan bahasa asing. Yang menjadi permasalahan adalah lulusan sekolah menengah maupun perguruan tinggi kurang dibekali oleh ilmu praktis atau keahlian khusus yang dibutuhkan dunia kerja. Akibatnya mereka tidak siap untuk terjun langsung ke dunia kerja. Dapat dipastikan angka pengangguran semakin meningkat. Lembaga pendidikan nonformal atau kursus dapat dijadikan alternatif untuk mempelajari keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Karena itu banyak bermunculan lembaga pendidikan kursus (LPK) yang menyelenggarakan pendidikan siap kerja guna memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Beda Lulusan SMU dan SMK

Banyak siswa dan orang tua tidak mempunyai bekal informasi yang cukup tentang sekolah menengah atas. Ini cukup serius karena kesalahan mengambil keputusan dalam melanjutkan di sekolah menengah atas akan berpengaruh terhadap masa depan anaknya. Saat ini banyak orang tua yang hanya melihat SMA sebagai lanjutan sekolah anaknya dan memandang sebelah mata terhadap keberadaan SMK. Untuk itu kami akan memberikan informasi perbedaan antara SMA dan SMK.

Perbedaan SMA dan SMK adalah :

SMA

SMK

Ditujukan untuk siswa yang akan melanjutkan ke Perguruan TinggiDitujukan untuk siswa yang mau bekerja dan melanjutkan ke perguruan tinggi
Kurikulum SMA lebih banyak teori dari pada praktekKurikulum SMK lebih banyak praktek dari pada teori
Tamatannya tidak siap kerja dan tidak mandiriTamatannya siap kerja dan mandiri
Tempat belajar hanya di sekolahTempat belajar di sekolah dan dunia kerja



Melihat data perbedaan di atas, jelas terlihat bahwa SMK lebih menjanjikan masa depan dibanding SMA. Hal ini disebabkan karena :

1. Kondisi perekonomian Indonesia yang belum bagus.                                                    

Bulan depan harga BBM akan naik lagi. Kenaikan harga BBM ini memicu kenaikan harga barang dan jasa yang lain. Harga kebutuhan pokok melonjak, biaya angkutan juga merangkak naik tetapi pendapatan masyarakat tetap. Hal ini menyebabkan beban ekonomi masyarakat semakin berat. Kondisi tersebut menyebabkan biaya untuk pendidikan anak semakin susah untuk dipenuhi. Untuk itu, menyekolahkan anak dalam jangka waktu yang lama tentu sangat memberatkan orang tua. Solusi untuk mengatasi keadaan tersebut adalah dengan menyekolahkan anak di sekolah yang lulusannya cepat dapat kerja tetapi tidak membutuhkan waktu lama. Sekolah tersebut adalah SMK karena hanya butuh waktu 3 tahun untuk dapat bekerja atau berwiramandiri. Sementara jika mengambil sekolah di SMA butuh waktu 8 tahun untuk dapat bekerja yakni 3 tahun di SMA dan 5 tahun di PT.

2. Banyak lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi

Kurang dari 10 % lulusan SMA yang melanjukan kuliah di PT, padahal kurikulum SMA disetting untuk melanjutkan sekolah di PT. Ini tentu sangat ironis karena hampir 90% tamatan SMA terjun di dunia kerja padahal kurikulum SMA tidak disiapkan untuk bekerja. Akibatnya banyak lulusan SMA yang kalah bersaing dalam mencari pekerjaan karena mereka memang tidak siap kerja. Oleh karena itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk menambah jumlah SMK daripada mengembangkan SMA. Komposisi perbandingan yang dibuat adalah 70% SMK dan 30% SMA. Ini tentu dengan tujuan untuk menjadikan lulusan sekolah menengah yang siap kerja dan mandiri.

3. Dunia kerja yang semakin kompetitif

Kenaikan BBM menyebabkan banyak perusahaan yang mengurangi jumlah karyawan sehingga terjadi PHK besar-besaran. Kondisi ini meyebabkan para pencari kerja semakin banyak sementara lowongan kerja semakin sedikit. Sehingga persaingan dalam memperebutkan lowongan pekerjaan semakin ketat. Ketatnya persaingan mencari kerja menjadikan tamatan sekolah menengah harus orang yang kompeten di bidangnya dan siap kerja. SMK sangat piawai dalam mencetak lulusan yang siap kerja dibanding SMA.


Akhirnya jangan gengsi untuk memilih SMK dan bukan saatnya mengatakan bahwa SMK adalah sekolah menengah kelas dua. Dengan motto cerdas, siap kerja dan kompetetitif SMK siap mencetak lulusan yang siap kerja dan mandiri.

Keuntungan Pendidikan SMK dan Manfaatnya



Pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.
    • Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
    • Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)
      Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP/MTs atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Di SMK terdapat banyak sekali Program Keahlian.


      Madrasah aliyah kejuruan (MAK)
      adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs.
      Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_kejuruan

      Ada 3 (tiga) Keuntungan bagi Setiap Lulusan SMK, yaitu.

      1. SMK memiliki peran menjadi jembatan bagi masyarakat yang kurang mampu agar mampu menyesuaikan taraf hidupnya dengan lebih meningkat.
      2. Lulusan SMK dapat memilih rencana selanjutnya setelah lulus sekolah, apakah akan bekerja atau berwirausaha? Sehingga di saat sudah mulai memiliki penghasilan, lulusan SMK memiliki pemikiran untuk meningkatkan kompetensi dan taraf hidupnya dengan melanjutkan sekolah lagi.
      3. SMK sangat kompetan dalam memberikan dukungan pada pertumbuhan ekonomi dan industri di Indonesia. 
       

      Rabu, 29 Oktober 2014

      Lulusan SMK Harus punya nilai Plus

      Akhir-akhir ini sering kita mendengar iklan layanan Pemerintah di radio dan televisi mengkampanyekan agar para pelajar lulusan SMP untuk masuk sekolah menengah kejuruan atau SMK. Berbagai keunggulan SMK ditonjolkan untuk menarik para pelajar SMP dan orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di SMK. Memang diakui dengan masuk SMK, para pelajar selain mendapat pelajaran umum seperti di sekolah menengah umum, juga mendapat ilmu keterampilan khusus sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.Namun jika melihat di bidang prestasi akademik, pelajar-pelajar SMK masih tertinggal bila dibandingkan prestasi-prestasi akademik pelajar-pelajar SMU. Sehingga umumnya dalam pandangan masyarakat masih menganggap menyekolahkan anaknya di SMU lebih terjamin prestasi akademiknya daripada disekolahkan di SMK. Walaupun SMK mempunyai tambahan keterampilan khusus, banyak masyarakat berpandangan belum menganggap penting tambahan keterampilan plus tersebut. Namun nampaknya pandangan ini akan segera berubah karena SMK diprioritaskan Pemerintah untuk lebih dikembangkan dan diperbanyak jumlahnya dibandingkan dengan SMA. Sehingga diharapkan prestasi pelajar-pelajar SMK akan semakin baik dalam kompetensi akademik maupun kompetensi keterampilan kerja.

      Pemerintah menargetkan tahun 2015, perbandingan jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia mencapai 70 persen banding 30 persen. Kebijakan tersebut dilatarbelakangi kenyataan komposisi tenaga kerja Indonesia mayoritas unskill workers (pekerja yang tidak punya skill atau kompetensi di bidangnya). Lulusan SMA memang diproyeksikan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, namun ditengarai lulusan SMA selama ini banyak yang mencari pekerjaan, karena hanya 30% saja yang mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sementara yang 70% harus bekerja meskipun tanpa bekal keterampilan yang memadai. Menurut data Badan Statistik Nasional (BPS) tahun 2006, ada 81,1 juta tenaga kerja Indonesia diisi kelompok unskill workers (pekerja yang tidak punya skill atau kompetensi di bidangnya). Kelompokunskill workers ini mayoritas adalah lulusan SMA. Sedangkan kelompok di atasnya diisi skill workers (pekerja dengan skillatau kompetensi dibidangnya) sebesar 20,4 juta orang. Serta komposisi teratas merupakan pekerja expert (ahli) dengan 4,8 juta orang. Kebijakan Pemerintah memperbanyak jumlah SMK dibanding jumlah SMA ini, selain untuk mengatasi pengangguran, juga dalam jangka panjang untuk mempersiapkan daya saing di era perdagangan bebas/globalisasi yang akan segera diberlakukan. Dalam era perdagangan bebas, selain kualitas tenaga kerja yang akan bersaing ketat, institusi pendidikannya pun akan bersaing ketat pula dengan institusi pendidikan luar negeri. Oleh karena itu, institusi pendidikan di Indonesia harus dipersiapkan pula untuk dapat berkompetisi dengan institusi pendidikan luar negeri agar pasar pendidikan tidak didominasi oleh asing dan dapat menghasilkan output tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing internasional. Pemerintah pun memprioritaskan pengembangan SMK secara bertahap hingga mutu dan kualitasnya berstandar internasional.

      Tingkat persaingan yang semakin ketat saat diberlakukannya perdagangan bebas, mengharuskan para pelajar SMK memiliki nilai plus yang lebih plus (plus+plus) dari kondisi pelajar SMK sekarang. Nilai plus tersebut antara lain keterampilan kerja khusus yang ditekuni lebih mendalam lagi dengan tidak mengenyampingkan peningkatan prestasi akademik. Selain itu, kemampuan pelajar SMK juga ditunjang dengan pelatihan pematangan mental yang prima. Sehingga dalam menghadapi dunia kerja, para pelajar sudah pintar, ahli, matang, dan siap bekerja keras. Tantangan dunia kerja yang semakin sulit mengharuskan para pelajar SMK memiliki strategi khusus untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang prestasi akademik maupun prestasi penguasaan keterampilan kerja khusus kejuruan. Setiap individu yang menginginkan kesuksesan, hendaknya memiliki ciri khas tersendiri pada kemampuan kerjanya. Hal itu bisa diperoleh jika individu tersebut kreatif, inovatif, dan pantang menyerah dalam belajar sesuatu yang baru serta berani menerima tantangan kemampuan belajar dan bekerja.

      Penguasaan bahasa asing mutlak diperlukan untuk dapat bersaing di pasar Internasional. Bagi para pelajar SMK, penguasaan bahasa asing wajib dimiliki dalam menunjang performa (kualitas) kerja dan kuantitas hasil pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, sejak dini para pelajar SMK mempersiapkan kemampuan bahasa asing mereka untuk dapat bersaing dengan tenaga-tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia. Bahasa asing yang mutlak dikuasai pun tidak hanya bahasa Inggris namun juga bahasa-bahasa asing lain yang memiliki prospek industri yang sangat baik seperti bahasa Jepang, Jerman, Italia, China(Mandarin), Korea, dan lain sebagainya.

      Kini saatnya, para pelajar SMK harus bangkit untuk maju. Tidak hanya demi masa depan mereka sendiri namun juga demi harga diri bangsa dan Negara Indonesia. Para pelajar SMK di Indonesia harus plus + plus, artinya selain memiliki prestasi akademik yang bagus, juga memiliki keterampilan yang berkualitas baik, serta memiliki ciri khas kemampuan kerja yang profesional dengan mental matang ditunjang wawasan luas, plus penguasaan bahasa asing yang unggul. Dengan demikian, lulusan SMK yang plus+plus akan lebih siap bersaing di pasar bebas internasional yang akan segera dijelang pemberlakuannya.

      Bukan hal yang mudah memang untuk menjadi tenaga kerja unggulan di pasar kerja internasional. Namun hal tersebut bukanlah hal yang mustahil bagi para pelajar SMK. Apalagi jika nantinya lulusan SMK yang sudah plus+plus dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, bahkan jika dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri, lulusan SMK ini plusnya jadi bertambah menjadi 4 plus atau bahkan 5 plus. Artinya, harga jasa keahlian yang diberikannya pun akan semakin tinggi pula di pasar kerja internasional. Jadi, bagi para pelajar SMK, segera persiapkan diri untuk menjadi pemenang era globalisasi saat ini dan di masa yang akan datang.Ok!

      Cara Sederhana Meningkatkan Kinerja dan Loyalitas Karyawan Perusahaan

      Karyawan atau Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu kekuatan perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. Mulai dari karyawan tingkat operasional sampai dengan managerial adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan untuk mencapai kinerja dan performan kinerja yang tinggi. Sebagai pelaku bisnis yang hampir semua pekerjaan di lakukan oleh karyawan hendaklah kita selalu meningkatkan dan menjaga kinerja karyawan agar tetap optimal, karena tanpa keberadaan karyawan bisnis tidak akan berjalan. Karyawan atau SDM adalah aset yang sangat berharga bagi kemajuan perusahaan, karena tanpa karyawan yang bagus dan berkualitas tidak akan pernah terjadi perusahaan yang besar dan luar biasa.

      Untuk tetap menjaga agar performan karyawan terus bagus dan bahkan meningkat, kita sebagai pelaku bisnis hendaklah membina semangat dan gaerah mereka dalam bekerja. Ada berbagai hal untuk tetap menjaga dan mempertahankan kinerja karyawan agar tetap prima. Menjaga kinerja karyawan sangat penting sehingga semua pekerjaan akan maksimal di semua lini. Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan kinerja karyawan seperti:

      Melakukan Training untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan karyawan.
       
      Training bisa di lakukan untuk penyegaran kinerja dan semangat karyawan yang selama ini telah bekerja begitu penatnya, sehingga perlu adanya suasana yang membuat mereka bergaerah kembali dalam bekerja. Training juga bisa di gunakan dalam mengupgrade pengetahuan dan ketrampilan karyawan sesuai dengan tujuan perusahaan. Training ini biasanya di bagi dua tergantung dari tujuan kita melakukan training tersebut. Outbound training biasa dilakukan untuk training karyawan yang mengharapkan peningkatan motivasi dan ketrampilan kerja dengan cara yang berbeda, karyawan di ajak melihat suasana kerja dengan kacamata yang berbeda tapi masih bisa di aplikasikan dalam dunia pekerjaannnya, sedangkan In Class training biasanya banyak di isi oleh materi-materi untuk membuka wacana baru atau trend industry saat ini sehingga karyawan akan terpompa motivasinya ketika melihat kompetisi ke depan semakin ketat. Keduanya baik tergantung dari kebutuhan kita saat ini yang sesuai dengan kondisi karyawan dan perusahaan saat ini dan masa yang akan datang.

      Kedekatan emosional antara atasan dan bawahan juga bisa menjaga kinerja karyawan, karena pada prinsipnya karyawan juga manusia, yang ingin di hargai dan di perhatikan. Perhatian sekecil apapun akan bisa meningkatkan dan menjaga kinerja karyawan.

      Pemberian Penghargaan kepada karyawan.

      Hal ini bisa juga di lakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan, tapi hati-hati cara melakukannnya karena bisa saja ketika reward tidak bisa di jaga akan cepat sekali mendemotivasi karyawan, karena karyawan yang biasa dengan reward akan bisa merubah motif dalam bekerja.

      Jalin hubungan kedekatan antar keluarga karyawan.

       Kegiatan ini bisa dilakukan ketika skala perusahaan masih kecil, atau level tertentu saja misal cabang atau rayon yang bisa di lakukan sewaktu-waktu, karena dalam melakukan tidak memerlukan waktu khusus dengan settingan khusus, misal dilakukan pada saat hari ulang tahun perusahaan, atau arisan antar keluarga karyawan. Hal tersebut akan membawa suasana yang hangat dan menambah betah karyawan di dalam perusahaan karena keluarga juga mendukung.

      Demikian sekelumit tentang bagaimana meningkatkan kinerja karyawan, sehingga karyawan akan selalu menunjukan kinerja yang optimal sepanjang hari. Semoga sedikit tips ini bisa memberikan perubahan bagi perusahaan bapak ibu semua, sehingga akan mebawa kesuksesan untuk kita semua.