. Lembaga Sertifikasi Profesi

Kamis, 11 Desember 2014

Kebijakan ASEAN Dalam menyediakan fasilitas perdagangan

Pembahasan secara statistik menunjukkan bahwa setelah penerapan beberapa kebijakan yang terkait dengan MEA terjadi kenaikan arus perdagangan produk ke pasar ASEAN. Hal ini menunjukkan bahwa pembukaan barrier to entry akan memperkuat arus Perdagangan. Berkaitan dengan hal tersebut beberapa rekomendasi dapat diusulkan, melihat elemen-elemen dalam MEA ini berupa kebijakan (policy).

Kesepakatan pasar ASEAN dalam Skema MEA ini merupakan salah satu peluang bagi perkembangan produk untuk mampu diterima di pasar internasional. MEA merupakan pintu masuk bagi produk-produk Indonesia. Selain produk industri yang sudah mapan, peluang ini juga harus mampu diraih oleh industri kecil.

Konsekuensi logis dari hal ini adalah, daya saing produkdi setiap level industri haruslah tinggi. Untuk mencapai hal tersebut perlu industri kecil perlu dilatih untuk mampu memenuhi peluang tersebut dengan cara menciptakan kemitraan antara industri besar dan kecil yang diupayakan mampu menciptakan simbiosis mutualisme. Industri kecil akan dilatih oleh industri besar dan kelak industri kecil mula -mula akan menjadi subsidiary (cabang) dari industri besar. Industri kecil dapat menjadi penyedia komponen -komponen yang dibutuhkan oleh industri besar. Sedangkan industri besar secara tidak langsung akan menjadi agen bagi penjualan produk industri kecil karena produk tersebut termuat sebagai komponen produk industri besar.

Berkaitan dengan kebijakan ASEAN dalam penyediaan fasilitasi perdagangan, perlu dilakukan peningkatan upaya pemerintah hal-hal sebagai berikut ini:

1. Penghapusan Hambatan Tarif
  • Adanya mekanisme penyelesaian sengketa yang akuntabel
  • Pengurusan persyaratan asal barang (rules of origin/roo melalui formulir yang mudah dan sederhana serta biaya yang murah

2. Penghapusan Hambatan Non-Tarif
  • Dikuranginya dominasi perusahaan atau badan tertentu yang dimilikipemerintah atas impor komoditas tertentu,
  • Berkurangnya inspeksi kualitas, kuantitas, dan harga bar ang di negara eksportir sebelum dikirim, dengan inspektur dari hak otoritas di negara importer
  • Dikuranginya larangan/batasan impor

3. Kerjasama Kepabeanan
  • Kerjasama yang baik antar instansi pemerintah yang terlibat dalam pengurusan perizinan ekspor/impor
  • Prosedur perizinan pengurusan ekspor/impor yang mudah
  • Waktu pemrosesan perizinan ekspor-impor dan dokumen perizinan ekspor/impor yang sederhana

Selain kebijakan-kebijakan tersebut diatas berkaitan dengan fasilitasi perdagangan ASEAN, Pemerintah dapat menetapkan kebijakan yang bersifat mendorong terjadinya kemitraan. Kebijakan tersebut dapat memuat reward yang bisa mendorong minat bermitra bagi industri besar dan minat untuk mengembangkan diri bagi industri kecil.

Perbankan sebenarnya merupakan pihak yang sangat dekat perannya dalam rangka MEA ini, melihat fungsi perbankan adalah sebagai lembaga intermediasi dari pihak surplus dana kepada pihak defisit dana. Perbankan merupakan penghubung antara investor dengan industri. Sehingga dalam hal ini perbankan merupakan nahkoda dari lajunya industri. Dalam Skema MEA perbankan dapat berperan dengan mengucurkan kredit kepada industri kecil untuk pengembangan kualitasnya. Kredit yang disalurkan selain untuk memperluas usaha juga untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

Bank Sentral selaku pemegang kebijakan tertinggi moneter dan perbankan Indonesia, berwenang menetapkan kebijakan kredit perbankan bagi usaha kecil yang dapat juga memuat rewards dan punishment bagi industri perbankan terkait dengan pengucuran kredit bagi usaha kecil. Bank sentral juga berwenang memberikan kebijakan untuk mendorong arus investasi perbankan dari sektor finansial menuju kearah sektor produksi, melihat sektor produksi barang dan jasa inilah yang benar-benar menarik arus devisa ke dalam cadangan devisa Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dampak suatu kebijakan secara kuantitatif dengan tujuan agar hasil dari kebijakan benar-benar dapat ditunjukkan secara eksak dan terukur sehingga memudahkan bagi pengambilan keputusan lebih lanjut. Pada tataran ini, semua variabel penelitian haruslah bersifat terukur terlebih dahulu, barulah dampak dari suatu kebij akan bisa diamati secara kuantitatif.

Untuk selanjutnya penelitian-penelitian mengenai dampak kebijakan secara kuantitatif sangat diperlukan, melihat sampai saat ini dirasakan penelitian kuantitatif mengenai dampak kebijakansangat kurang dilaksanakan. Pen elitian selanjutnya diharapkan mampu mengukur dampak kebijakan serta elemen kuantitatif yang menyertai suatu kebijakan, misalnya: kebijakan akan menyebabkan waktu pelayanan lebih singkat sehingga arus barang menjadi lebih cepat karena semakin singkatnya waktu. Kebijakan yang dapat diukur secara kuantitatif akan memudahkan bagi pengambilan keputusan secara lebih tepat bagi banyak pihak.

PENGARUH MEA 2015 TERHADAP VOLUME PERDAGANGAN

Proses regionalisasi (dalam bidang ekonomi) kawasan ASEAN diawali dengan disepakatinya Preferential Trading Agreement (PTA) tahun 1977, dilanjutkan dengan ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 1992, dan akan berakhir dengan terbentuknya ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun 2015. MEA ini merupakan realisasi dari integrasi ekonomi yang term uat dalam visi ASEAN 2020. Salah satu pilar utama MEA adalah aliran bebas barang (free flow of goods) di mana pada tahun 2015 perdagangan barang di kawasan ASEAN dilakukan secara bebas tanpa mengalami hambatan, baik tarif maupun non -tarif.


Upaya untuk mewujudkan ASEAN sebagai kawasan dengan aliran barang yang bebas dalam skema MEA merupakan kelanjutan dan penyempurnaan dari skema yang ada sebelumnya, yaitu preferential Trading Agreement (PTA) tahun 1977 dan ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 1992. Perbedaan paling mendasar antara skema PTA, AFTA, dan MEA dalam mendorong terjadinya aliran barang yang bebas di ASEAN adalah PTA dan AFTA lebih menekankan padapengurangan dan penghapuan hambatan tarif, sedangkan MEA lebih menekankan pada pengurangan dan penghapuan hambatan non-tarif (Sjamsul Arifin dkk, 2008: 71).


Kerangka aliran bebas barang yang termuat dalam cetak biru MEA 2015 menjelaskan mengenai arah dan cara mencapai MEA 2015 yang meliputi penghapusan hambatan tariff, penghapusan hambatan non-tarif, dan fasilitas perdagangan lainnya. Cetak biru aliran bebas barang MEA 2015 tersebut dimaksudkan untuk memberikan berbagai kemudahan perdagangan di kawasan ASEAN yang dikenal sebagai ASEAN Trade Facilitation.


Kebijakan tentang ASEAN Trade Facilitation antar negara ASEAN diatas tidak lain bertujuan untuk memacu perekonomian di kawasan Asia Tenggara, khususnya anggota -anggota ASEAN. Kemudahan-kemudahan yang diberikan diharapkan akan meningkatkan volume perdagangan antar negara-negara ASEAN.

Rabu, 10 Desember 2014

Apa yang bisa dilakukan para pelaku UKM dengan adanya MEA 2015

Menurut Staf Direktorat Kerja Sama ASEAN Kementerian Perdagangan, Astari Wirastuti, saat ini Indonesia tengah berada pada arus perdagangan global. Untuk itu, pihaknya menghimbau agar para pelaku UKM bersiap dan berani bersaing dengan produk dari negara lain. Menurutnya, menutup diri dari dunia yang dinamis bukanlah pilihan terbaik.
Sebelum itu, ada baiknya kita mengetahui apa yang bisa dilakukan para pelaku UKM dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN ini?
  1. Prosedur Bea Cukai Lebih Sederhana
Menurut Tari, Masyarakat Ekonomi ASEAN akan memiliki sistem yang dapat memantau pergerakan barang dalam perjalanannya ke negara-negara ASEAN. Tidak hanya itu, izin barang ekspor pun akan lebih cepat. Ini akan menghemat waktu dan biaya ekspor.
  1. Adanya Sistem Self-Certification
Ini adalah sistem yang memungkinkan pengekspor menyatakan keaslian produk mereka sendiri dan menikmati tarif preferensial[2] di bawah skema ASEAN-FTA (Free Trade Area). Tanggung jawab utama dari sertifikasi asal dilakukan oleh perusahaan yang ikut berpartisipasi dengan menyertakan faktur komersial dokumen seperti tagihan, delivery order[3], atau packaging list[4].
Fungsinya adalah memudahkan pebisnis dalam melakukan ekspansi ke negara-negara anggota ASEAN lainnya.
  1. Harmonisasi Standar Produk
Meski masih belum ditetapkan seperti apa standar dari masing-masing jenis produk, namun ASEAN akan memberlakukan sistem yang meminta masing-masing industri agar sesuai dengan standar kualitas mereka.
Hingga saat ini, terdapat 7 jenis produk yang menjadi prioritas mereka.
Ø  Produk karet
Ø  Obat tradisional
Ø  Kosmetik
Ø  Pariwisata
Ø  Sayur dan buah segar
Ø  Udang dan budidaya perikanan
Ø  Ternak
Selain ketiga hal di atas, Tadi juga menjelaskan bahwa ia dan pemerintah akan mendukung program globalisasi UKM, seperti:
Ø  Mencari pasar baru di luar negeri
Ø  Promosi ekspor
Ø  Delegasi promosi perdagangan
Ø  Mendorong spesialisasi dalam memperluas pasar luar negeri
Ø  Mendukung pencapaian standar internasional
Ø  Mendukung pengembangan global brand
Ø  Memberi bantuan kepada UKM yang memiliki prospek baik untuk mengekspor produknya
Ya, masih banyaknya anggapan tentang merek luar lebih berkualitas ketimbang produk lokal akan mempersulit pelaku UKM, padahal tidak sepenuhnya begitu.
Untuk itu, tiap UKM harus memperbaiki kualitas produknya agar semua konsumen bisa bangga dengan kualitasnya. Pemerintah juga dirasa perlu untuk terus mengedukasi masyarakat agar cinta terhadap produk lokal, dan masyarakat juga perlu menghilangkan persepsi yang kerap menilai buruk merek lokal.

Siapkah Kita Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

PERLU diketahui bahwa pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek ”mercusuar” tanpa roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN dengan visi yang kuat.
MEA 2015 hanyalah salah satu pilar dari 10 visi mewujudkan ASEAN Community. Kesepuluh pilar visi ASEAN Community tersebut adalah outward looking, economic integration, harmonious environment, prosperity, caring societies, common regional identity, living in peace, stability, democratic, dan shared cultural heritage (Kementerian Luar Negeri, 2014). Dengan kata lain, keliru bila ada anggapan bahwa MEA 2015 adalah ambisi Indonesia dari pemerintah yang tidak jelas arahnya.
Sejak dulu Indonesia memang sangat aktif memperjuangkan ASEAN sebagai masyarakat yang ”satu”. Ini antara lain dapat diidentifikasi dari pidato Presiden Soeharto pada pembukaan Sidang Umum MPR, 16 Agustus 1966 yang mengatakan, ”Indonesia perlu memperluas kerja sama Maphilindo untuk menciptakan Asia Tenggara menjadi kawasan yang memiliki kerja sama multisektor seperti ekonomi, teknologi, dan budaya.
Dengan terintegrasinya kawasan Asia Tenggara, kawasan ini akan mampu menghadapi tantangan dan intervensi dari luar, baik secara ekonomi maupun militer,” CPF Luhulima, Jakarta Post, 7 Februari 2013. Dapat dikatakan bahwa Indonesia adalah inisiator dari terbentuk integrasi kawasan ASEAN. Hanya, perjalanan setiap negara dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ASEAN yang terintegrasi ini berbeda- beda.

Ada negara yang dengan cepat bisa mempersiapkan diri, namun ada juga negara yang terlambat. Karakteristik, ukuran ekonomi, dan permasalahan yang dihadapi setiap negara yang berbeda juga turut memengaruhi kecepatan setiap negara dalam mempersiapkan diri menghadap MEA 2015.
Singapura adalah negara ASEAN yang dapat dikatakan paling siap menghadapi MEA 2015. Meski tidak yang paling tertinggal, Indonesia masih perlu kerja ekstra untuk menghadapi MEA 2015 ini.

Selasa, 09 Desember 2014

Lima Bidang Kerja yang Paling Banyak Dicari

Tahun 2030, diperkirakan usia produktif akan meluber. Akibatnya tidak semua penduduk usia produktif akan terserap dunia kerja. Salah satu penyebabnya: pendidikan tidak sesuai kebutuhan pasar.

Pemerhati & konselor karir LP3I Iyet Kowi mengungkapkan, saat ini persepsi masyarakat terhadap pendidikan dan dunia kerja masih mengutamakan gelar sarjana. "Sebanyak 6 dari 10 orangtua memutuskan anaknya masuk universitas ketimbang membekali dengan keahlian khusus," jelas Iyet.

Keahlian khusus yang dimaksud adalah keterampilan untuk menguasai satu bidang, yang di masa mendatang dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung pada lowongan pekerjaan.

Iyet mengungkapkan, bidang IT masih menjadi profesi yang memiliki prospek bagus dalam 5-10 tahun mendatang, karena laju pengguna internet di Indonesia cukup tinggi.

Selain itu, lanjutnya, keahlian yang dibutuhkan adalah penguasaan aplikasi komputer akutansi. "Akuntan dibutuhkan setiap perusahaan. Sementara tidak banyak orang menguasai bidang ini dengan baik,” tambah Iyet.

Ia menampik adanya anggapan lapangan kerja tidak ada. "Yang benar adalah lapangan kerja sangat banyak, namun orang-orang yang memiliki keahlian sesuai pekerjaan tersebut sangat jarang," jelasnya.

Tidak terserapnya tenaga produktif juga karena ketidaktahuan masyarakat mengenai keahlian yang dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang. Inilah yang menjadi tugas konselor dan para pendidik untuk membantu anak menemukan minat dan membekali dengan keahlian sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu, Iyet menyampaikan 5 bidang kerja yang masih akan banyak merekrut tenaga kerja dalam lima tahun mendatang.

1. Multimedia
Laju pertumbuhan media informasi dan teknologi komunikasi semakin pesat, sehingga dibutuhkan para ahli multimedia. Keahlian tersebut sangat dibutuhkan di industri broadcasting dan komunikasi. Kisaran gaji untuk untuk profesi tersebut Rp7 juta hingga Rp15 juta, tergantung pengalaman kerja.

2. Digital Media
Keahlian di bidang digital media terus dibutuhkan seiring tingginya interaksi masyarakat melalui internet. Maraknya promosi melalui internet turut mendongkrak tingginya kebutuhan tenaga ahli digital media. Profesi ini sekarang dibutuhkan hampir setiap perusahaan, terutama consumer goods. Besarnya penghasilan di bidang digital media berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

3. Kesehatan
Bidang kesehatan menjadi bidang yang populer sejak dulu. Ke depannya, industri kesehatan masih akan membutuhkan tenaga kerja, terutama bidang farmasi, perawat, dokter, serta tenaga ahli bidang kesehatan masyarakat.

4.Marketing
Marketing atau pemasaran adalah ujung tombak perusahaan. Oleh karena itu, di masa mendatang marketer masih akan dibutuhkan dengan jumlah tinggi.

5. Konstruksi
Meski terkadang tidak dipandang sebagai pekerjaan bonafid, memiliki keahlian di bidang konstruksi sangat menjanjikan. Sebagian besar penghasilan mereka justru lebih besar ketimbang pekerja kantoran.

Lebih lanjut Iyet menyatakan, walaupun bidang kerja tersebut menjanjikan, bukan berarti pekerjaan lain tidak punya peluang. Yang terpenting setiap orang harus membekali diri dengan keahlian khusus.

"Misalnya guru, jangan hanya mengandalkan mengajar di sekolah, tetapi bekali diri dengan teknik mengajar khusus, sehingga di luar sekolah mereka dapat membuka tempat kursus atau privat," pungkasnya.

5 pekerjaan IT terbaik



Pekerjaan di bidang IT terus mengalami perkembangan dan menjadikan dunia IT sebagai industri yang sangat menjanjikan. Lowongan kerja IT sangat mudah ditemui saat ini karena hampir semua perusahaan besar menggunakan teknologi informasi untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka. Karena teknologi informasi merupakan industri besar, tentu saja karyawan dan staf terbaik sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan teknologi yang begitu pesat.

Pekerjaan di bidang IT membutuhkan orang-orang yang pintar dan menguasai teknologi informasi itu sendiri. Mereka ini dari awal sudah berkeinginan untuk menerjuni salah satu bidang IT yang mereka minati sesuai dengan skill atau kemampuan mereka dan kebutuhan di dunia kerja. Berikut ini merupakan pekerjaan IT terbaik berdasarkan kebutuhan industri IT di masa sekarang dan yang akan datang.

  1. Computer Hardware Engineers adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuat setiap bagian dan komponen dari perangkat keras komputer. Kamu bisa saja membuatkan komputer untuk perusahaan raksasa seperti Apple atau Dell.
  2. Computer Scientist adalah mereka yang memiliki keahlian programming dan desain software atau perangkat lunak. Seorang ilmuwan komputer bisa saja mengembangkan perangkat lunak untuk game hingga sistem infrastruktur nasional.
  3. Computer Software Engineers. Mereka adalah orang-orang yang membuat perangkat lunak untuk menjalankan perangkat keras atau hardware yang diciptakan oleh Hardware Engineers. Mereka terbiasa menciptakan aplikasi dan sistem operasi untuk hampir semua perangkat elektronik yang kita gunakan dalam keseharian.
  4. Systems Analysts. Systems Analysts biasanya merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang bertugas menganalisa kebutuhan bisnis perusahaan dari sisi teknologi. Mereka bertangggungjawab terhadap semua aspek teknik perusahaan seperti analisa kebutuhan hardware atau software yang akana dibeli untuk menunjang kelancaran bisnis perusahaan.
  5. Database Administrators. Mereka ini bertanggungjawab untuk mengelola database perusahaan dan melakukan perawatan untuk melindungi database perusahaan. Keahlian programming sangat dibutuhkan disini untuk memperbaiki error yang kadang terjadi di database.

Survei: Masa Depan Pekerjaan IT Paling Menjanjikan



Di antara semua jenis pekerjaan lainnya, pekerjaan di bidang teknologi dan informasi (IT) dianggap sebagai profesi yang benar-benar memiliki prospek karir yang lebih baik. Demikian hasil survei terbaru yag dilaporkan Harris Interactive selama kuartal pertama tahun ini.
it


Dari hasil surveinya itu, data Harris menunjukan, 35 persennya percaya, dari semua jenis lowongan pekerjaan yang ada, pekerjaan di bidang IT jauh lebih banyak dan akan terus meningkat. Mereka yang dari lulusan IT, umumnya tak akan khawatir bakal terlalu lama menganggur.

Lalu, seperti dikutip dari ZDNet, 46 persen dari pekerja IT yang disurvei Harris juga merasa percaya diri, mereka bisa dengan mudahnya mendapat pekerjaan baru. Hal ini juga berlaku bagi mereka lulusan IT yang masih fresh graduate.

Hal ini juga didukung oleh data pada April 2014 yang dirilis oleh US Bureau of Labor Statistics bahwa tingkat pengangguran dari lulusan IT di Amerika Serikat sendiri hanya 2,7 persen. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata semua jenis pekerjaan yang ada, mencapai 6,7 persen. Terlebih pada 2022 mendatang, diperkirakan bakal ada sekitar 140.000 pengembang perangkat lunak baru. Sehingga, tingkat pengangguran dari bidang IT akan semakin kecil pada masa yang akan datang.

“Anda bisa melihat, teknologi masuk ke hampir setiap kantor dan menjadi begitu penting bagi tiap industri. Ada pertumbuhan permintaan signifikan bagi mereka yang memiliki kemampuan teknis mengelola sejumlah proses berbasis teknologi. Terlebih, media sosial terus bermunculan dan cloud computing tetap menjadi fokus besar bagi perusahaan dan teknologi mobile untuk melakukan banyak interaksi bisnis,” kata Bod Diceky, presiden di Randstad Technologies.
 
www.jagatreview.com