. Lembaga Sertifikasi Profesi

Rabu, 10 Desember 2014

Siapkah Kita Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

PERLU diketahui bahwa pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 bukanlah sebuah proyek ”mercusuar” tanpa roadmap yang jelas. MEA 2015 adalah proyek yang telah lama disiapkan seluruh anggota ASEAN dengan visi yang kuat.
MEA 2015 hanyalah salah satu pilar dari 10 visi mewujudkan ASEAN Community. Kesepuluh pilar visi ASEAN Community tersebut adalah outward looking, economic integration, harmonious environment, prosperity, caring societies, common regional identity, living in peace, stability, democratic, dan shared cultural heritage (Kementerian Luar Negeri, 2014). Dengan kata lain, keliru bila ada anggapan bahwa MEA 2015 adalah ambisi Indonesia dari pemerintah yang tidak jelas arahnya.
Sejak dulu Indonesia memang sangat aktif memperjuangkan ASEAN sebagai masyarakat yang ”satu”. Ini antara lain dapat diidentifikasi dari pidato Presiden Soeharto pada pembukaan Sidang Umum MPR, 16 Agustus 1966 yang mengatakan, ”Indonesia perlu memperluas kerja sama Maphilindo untuk menciptakan Asia Tenggara menjadi kawasan yang memiliki kerja sama multisektor seperti ekonomi, teknologi, dan budaya.
Dengan terintegrasinya kawasan Asia Tenggara, kawasan ini akan mampu menghadapi tantangan dan intervensi dari luar, baik secara ekonomi maupun militer,” CPF Luhulima, Jakarta Post, 7 Februari 2013. Dapat dikatakan bahwa Indonesia adalah inisiator dari terbentuk integrasi kawasan ASEAN. Hanya, perjalanan setiap negara dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ASEAN yang terintegrasi ini berbeda- beda.

Ada negara yang dengan cepat bisa mempersiapkan diri, namun ada juga negara yang terlambat. Karakteristik, ukuran ekonomi, dan permasalahan yang dihadapi setiap negara yang berbeda juga turut memengaruhi kecepatan setiap negara dalam mempersiapkan diri menghadap MEA 2015.
Singapura adalah negara ASEAN yang dapat dikatakan paling siap menghadapi MEA 2015. Meski tidak yang paling tertinggal, Indonesia masih perlu kerja ekstra untuk menghadapi MEA 2015 ini.

Selasa, 09 Desember 2014

Lima Bidang Kerja yang Paling Banyak Dicari

Tahun 2030, diperkirakan usia produktif akan meluber. Akibatnya tidak semua penduduk usia produktif akan terserap dunia kerja. Salah satu penyebabnya: pendidikan tidak sesuai kebutuhan pasar.

Pemerhati & konselor karir LP3I Iyet Kowi mengungkapkan, saat ini persepsi masyarakat terhadap pendidikan dan dunia kerja masih mengutamakan gelar sarjana. "Sebanyak 6 dari 10 orangtua memutuskan anaknya masuk universitas ketimbang membekali dengan keahlian khusus," jelas Iyet.

Keahlian khusus yang dimaksud adalah keterampilan untuk menguasai satu bidang, yang di masa mendatang dapat dimanfaatkan tanpa harus bergantung pada lowongan pekerjaan.

Iyet mengungkapkan, bidang IT masih menjadi profesi yang memiliki prospek bagus dalam 5-10 tahun mendatang, karena laju pengguna internet di Indonesia cukup tinggi.

Selain itu, lanjutnya, keahlian yang dibutuhkan adalah penguasaan aplikasi komputer akutansi. "Akuntan dibutuhkan setiap perusahaan. Sementara tidak banyak orang menguasai bidang ini dengan baik,” tambah Iyet.

Ia menampik adanya anggapan lapangan kerja tidak ada. "Yang benar adalah lapangan kerja sangat banyak, namun orang-orang yang memiliki keahlian sesuai pekerjaan tersebut sangat jarang," jelasnya.

Tidak terserapnya tenaga produktif juga karena ketidaktahuan masyarakat mengenai keahlian yang dibutuhkan dalam beberapa tahun mendatang. Inilah yang menjadi tugas konselor dan para pendidik untuk membantu anak menemukan minat dan membekali dengan keahlian sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu, Iyet menyampaikan 5 bidang kerja yang masih akan banyak merekrut tenaga kerja dalam lima tahun mendatang.

1. Multimedia
Laju pertumbuhan media informasi dan teknologi komunikasi semakin pesat, sehingga dibutuhkan para ahli multimedia. Keahlian tersebut sangat dibutuhkan di industri broadcasting dan komunikasi. Kisaran gaji untuk untuk profesi tersebut Rp7 juta hingga Rp15 juta, tergantung pengalaman kerja.

2. Digital Media
Keahlian di bidang digital media terus dibutuhkan seiring tingginya interaksi masyarakat melalui internet. Maraknya promosi melalui internet turut mendongkrak tingginya kebutuhan tenaga ahli digital media. Profesi ini sekarang dibutuhkan hampir setiap perusahaan, terutama consumer goods. Besarnya penghasilan di bidang digital media berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta.

3. Kesehatan
Bidang kesehatan menjadi bidang yang populer sejak dulu. Ke depannya, industri kesehatan masih akan membutuhkan tenaga kerja, terutama bidang farmasi, perawat, dokter, serta tenaga ahli bidang kesehatan masyarakat.

4.Marketing
Marketing atau pemasaran adalah ujung tombak perusahaan. Oleh karena itu, di masa mendatang marketer masih akan dibutuhkan dengan jumlah tinggi.

5. Konstruksi
Meski terkadang tidak dipandang sebagai pekerjaan bonafid, memiliki keahlian di bidang konstruksi sangat menjanjikan. Sebagian besar penghasilan mereka justru lebih besar ketimbang pekerja kantoran.

Lebih lanjut Iyet menyatakan, walaupun bidang kerja tersebut menjanjikan, bukan berarti pekerjaan lain tidak punya peluang. Yang terpenting setiap orang harus membekali diri dengan keahlian khusus.

"Misalnya guru, jangan hanya mengandalkan mengajar di sekolah, tetapi bekali diri dengan teknik mengajar khusus, sehingga di luar sekolah mereka dapat membuka tempat kursus atau privat," pungkasnya.

5 pekerjaan IT terbaik



Pekerjaan di bidang IT terus mengalami perkembangan dan menjadikan dunia IT sebagai industri yang sangat menjanjikan. Lowongan kerja IT sangat mudah ditemui saat ini karena hampir semua perusahaan besar menggunakan teknologi informasi untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis mereka. Karena teknologi informasi merupakan industri besar, tentu saja karyawan dan staf terbaik sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan teknologi yang begitu pesat.

Pekerjaan di bidang IT membutuhkan orang-orang yang pintar dan menguasai teknologi informasi itu sendiri. Mereka ini dari awal sudah berkeinginan untuk menerjuni salah satu bidang IT yang mereka minati sesuai dengan skill atau kemampuan mereka dan kebutuhan di dunia kerja. Berikut ini merupakan pekerjaan IT terbaik berdasarkan kebutuhan industri IT di masa sekarang dan yang akan datang.

  1. Computer Hardware Engineers adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuat setiap bagian dan komponen dari perangkat keras komputer. Kamu bisa saja membuatkan komputer untuk perusahaan raksasa seperti Apple atau Dell.
  2. Computer Scientist adalah mereka yang memiliki keahlian programming dan desain software atau perangkat lunak. Seorang ilmuwan komputer bisa saja mengembangkan perangkat lunak untuk game hingga sistem infrastruktur nasional.
  3. Computer Software Engineers. Mereka adalah orang-orang yang membuat perangkat lunak untuk menjalankan perangkat keras atau hardware yang diciptakan oleh Hardware Engineers. Mereka terbiasa menciptakan aplikasi dan sistem operasi untuk hampir semua perangkat elektronik yang kita gunakan dalam keseharian.
  4. Systems Analysts. Systems Analysts biasanya merupakan bagian dari manajemen perusahaan yang bertugas menganalisa kebutuhan bisnis perusahaan dari sisi teknologi. Mereka bertangggungjawab terhadap semua aspek teknik perusahaan seperti analisa kebutuhan hardware atau software yang akana dibeli untuk menunjang kelancaran bisnis perusahaan.
  5. Database Administrators. Mereka ini bertanggungjawab untuk mengelola database perusahaan dan melakukan perawatan untuk melindungi database perusahaan. Keahlian programming sangat dibutuhkan disini untuk memperbaiki error yang kadang terjadi di database.

Survei: Masa Depan Pekerjaan IT Paling Menjanjikan



Di antara semua jenis pekerjaan lainnya, pekerjaan di bidang teknologi dan informasi (IT) dianggap sebagai profesi yang benar-benar memiliki prospek karir yang lebih baik. Demikian hasil survei terbaru yag dilaporkan Harris Interactive selama kuartal pertama tahun ini.
it


Dari hasil surveinya itu, data Harris menunjukan, 35 persennya percaya, dari semua jenis lowongan pekerjaan yang ada, pekerjaan di bidang IT jauh lebih banyak dan akan terus meningkat. Mereka yang dari lulusan IT, umumnya tak akan khawatir bakal terlalu lama menganggur.

Lalu, seperti dikutip dari ZDNet, 46 persen dari pekerja IT yang disurvei Harris juga merasa percaya diri, mereka bisa dengan mudahnya mendapat pekerjaan baru. Hal ini juga berlaku bagi mereka lulusan IT yang masih fresh graduate.

Hal ini juga didukung oleh data pada April 2014 yang dirilis oleh US Bureau of Labor Statistics bahwa tingkat pengangguran dari lulusan IT di Amerika Serikat sendiri hanya 2,7 persen. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata semua jenis pekerjaan yang ada, mencapai 6,7 persen. Terlebih pada 2022 mendatang, diperkirakan bakal ada sekitar 140.000 pengembang perangkat lunak baru. Sehingga, tingkat pengangguran dari bidang IT akan semakin kecil pada masa yang akan datang.

“Anda bisa melihat, teknologi masuk ke hampir setiap kantor dan menjadi begitu penting bagi tiap industri. Ada pertumbuhan permintaan signifikan bagi mereka yang memiliki kemampuan teknis mengelola sejumlah proses berbasis teknologi. Terlebih, media sosial terus bermunculan dan cloud computing tetap menjadi fokus besar bagi perusahaan dan teknologi mobile untuk melakukan banyak interaksi bisnis,” kata Bod Diceky, presiden di Randstad Technologies.
 
www.jagatreview.com

Senin, 08 Desember 2014

Sertifikasi IT

Sertifikasi berbeda dengan ujian, lisensi ataupun registrasi. Sertifikasi TI adalah suatu jaminan tertulis, yang merupakan suatu demonstrasi formal yang merupakan konfirmasi dan merupakan suatu system atau komponen dari suatu persyaratan tertentu dan diterima untuk keperluan operasi.

Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk
  1. Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi,
  2. Membentuk standar kerja TI yang tinggi,
  3. Pengembangan professional yang berkesinambungan.


Sedangkan bagi tenaga TI professional tersebut
  1. Sertifikasi ini merupakan pengakuanakan pengetahuan yang kaya (bermanfaat bagi promosi, gaji).
  2. Perencanaan karir
  3. Profesional development
  4. Meningkatkan international marketability. Ini sangat penting dalam kasus, ketika TI tersebut harus bekerja pada perusahaan multinasional. Perusahaanakan mengakui keahliannya apabila telah dapat menunjukkan sertifikat tersebut.
Bagi masyarakat luas sertifikasi ini menjadikan
  1. Memiliki staf yang up to date dan berkualitas tinggi.
  2. Memperoleh citra perusahaan yang baik, keuntungan yang kompetitif, merupakan alat ukur yang obyektif terhadap kemampuan staf, kontraktor dan konsultan.
  3. Secara langsung dan tidak langsung akan meningkatkan produktifitas secara mikro maupun makro.

Kegunaan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang telah disusun dan telah mendapatkan pengakuan oleh para pemangku kepentingan akan dirasa bermanfaat apabila telah terimplementasi secara konsisten. Standar Kompetensi Kerja digunakan sebagai acuan untuk :
  1. Menyusun uraian pekerjaan.
  2. Menyusun dan mengembangkan program pelatihan dan sumber daya manusia.
  3. Menilai unjuk kerja seseorang.
  4. Sertifikasi profesi di tempat kerja.
Dengan dikuasainya kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan maka seseorang mampu :
  1.  Mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan.
  2. Mengorganisasikan agar pekerjaan dapat dilaksanakan.
  3. Menentukan langkah apa yang harus dilakukan pada saat terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula.
  4. Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan

Deskripsi Kerja Profesi IT

Berikut ini merupakan beberapa deskripsi kerja (job description) dari beberapa profesi yang terdapat di bidang IT.

1. IT Programmer
  • Mengambil bagian dalam pengembangan dan integrasi perangkat lunak.
  • Mengembangkan secara aktif kemampuan dalam pengembangan perangkat lunak.
  • Menerima permintaan user untuk masalah-masalah yang harus diselesaikan.
  • Menyediaakan dukungan dan penyelesaian masalah konsumen baik untuk konsumen internal maupun eksternal.
  • Bertanggung jawab atas kepuasan terkini pelanggan.
  • Melakukan tugas-tugas yang berkaitan dan tanggung jawab yang diminta, seperti dalam sertifikat dan menuruti rencana dasar perusahaan untuk membangun kecakapan dalam portofolio produk.
  • Mengerjakan macam-macam tugas terkait seperti yang diberikan.
  • Membentuk kekompakan maksimum dalam perusahaan bersama dengan rekan-rekan dalam perusahaan.
2. System Analyst
  • Mengumpulkan informasi untuk penganalisaan dan evaluasi sistem yang sudah ada maupun untuk rancangan suatu sistem.
  • Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade sistem pengoperasian.
  • Riset, perencanaan, instalasi, konfigurasi, troubleshoot, pemeliharaan, dan upgrade perangkat keras, perangkat lunak, serta sistem pengoperasiannya.
  • Melakukan analisis dan evaluasi terhadap prosedur bisnis yang ada maupun yang sedang diajukan atau terhadap kendala yang ada untuk memenuhi keperluan data processing.
  • Mempersiapkan flowchart dan diagram yang menggambarkan kemampuan dan proses dari sistem yang digunakan.
  • Melakukan riset dan rekomendasi untuk pembelian, penggunaan, dan pembangunan hardware dan software.
  • Memperbaiki berbagai masalah seputar hardware, software, dan konektivitas, termasuk di dalamnya akses pengguna dan konfigurasi komponen.
  • Memilih prosedur yang tepat dan mencari support ketika terjadi kesalahan, dan panduan yang ada tidak mencukupi, atau timbul permasalahan besar yang tidak terduga.
  • Mencatat dan memelihara laporan tentang perlengkapan perangkat keras dan lunak, lisensi situs dan/ atau server, serta akses dan security pengguna.
  • Mencari alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan komputer.
  • Mampu bekerja sebagai bagian dari team, misalnya dalam hal jaringan, guna menjamin konektivitas dan keserasian proses di antara sistem yang ada.
  • Mencatat dan menyimpan dokumentasi atas sistem.
  • Melakukan riset yang bersifat teknis atas system upgrade untuk menentukan feasibility, biaya dan waktu, serta kesesuaian dengan sistem yang ada.
  • Menjaga confidentiality atas informasi yang diproses dan disimpan dalam jaringan
  • Mendokumentasikan kekurangan serta solusi terhadap sistem yang ada sebagai catatan untuk masa yang akan datang.

3. IT Project Manager

  • Mengembangkan dan mengelola work breakdown structure (WBS) proyek teknologi informasi.
  • Mengembangkan atau memperbarui rencana proyek untuk proyek-proyek teknologi informasi termasuk informasi seperti tujuan proyek, teknologi, sistem, spesifikasi informasi, jadwal, dana, dan staf.
  • Mengelola pelaksanaan proyek untuk memastikan kepatuhan terhadap anggaran, jadwal, dan ruang lingkup.
  • Menyiapkan laporan status proyek dengan mengumpulkan, menganalisis, dan meringkas informasi dan tren.
  • Menetapkan tugas, tanggung jawab, dan rentang kewenangan kepada personil proyek.
  • Mengkoordinasikan rekrutmen atau pemilihan personil proyek.
  • Mengembangkan dan mengelola anggaran tahunan untuk proyek-proyek teknologi informasi.
  • Mengembangkan rencana pelaksanaan yang mencakup analisis seperti biaya-manfaat atau laba atas investasi.
  • Secara langsung atau mengkoordinasikan kegiatan personil proyek.
  • Menetapkan dan melaksanakan rencana komunikasi proyek.
4. IT Support Officer
  • Menerima, memprioritaskan dan menyelesaikan permintaan bantuan IT.
  • Membeli hardware IT, software dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut.
  • Instalasi, perawatan dan penyediaan dukungan harian baik untuk hardware & software Windows & Macintosh, peralatan termasuk printer, scanner, hard-drives external, dll.
  • Korespondensi dengan penyedia jasa eksternal termasuk Internet Service Provider, penyedia jasa Email, hardware, dan software supplier, dll.
  • Mengatur penawaran harga barang dan tanda terima dengan supplier untuk kebutuhan yang berhubungan dengan IT.
  • Menyediakan data / informasi yang dibutuhkan untuk pembuatan laporan departement regular.

5. Network Administrator

  • Maintain dan perawatan jaringan LAN.
  • Archive data.
  • Maintain dan perawatan komputer.

6. Network Engineer

  • Maintenance LAN dan Koneksi Internet
  • Maintenance hardware
  • Maintenance database dan file
  • Help Desk
  • Inventory

7. Network and Computer Systems Administrators

  • Menjaga dan mengelola jaringan komputer dan lingkungan komputasi terkait termasuk perangkat keras komputer, perangkat lunak sistem, perangkat lunak aplikasi, dan semua konfigurasi.
  • Melakukan backup data dan operasi pemulihan kerusakan.
  • Mendiagnosa, memecahkan masalah, dan menyelesaikan perangkat keras, perangkat lunak, atau jaringan lainnya dan masalah sistem, dan mengganti komponen yang rusak bila diperlukan.
  • Merencanakan, mengkoordinasikan, dan melaksanakan langkah-langkah keamanan jaringan untuk melindungi data, perangkat lunak, dan perangkat keras.
  • Mengkonfigurasikan, memonitor, dan memelihara aplikasi email atau virus software perlindungan.
  • Mengoperasikan master konsol untuk memonitor kinerja sistem komputer dan jaringan, dan untuk mengkoordinasikan komputer akses jaringan dan penggunaan.
  • Memuat rekaman komputer dan disk, dan menginstal perangkat lunak dan kertas printer atau form.
  • Desain, mengkonfigurasi, dan perangkat keras uji komputer, jaringan lunak dan perangkat lunak sistem operasi.
  • Memonitor kinerja jaringan untuk menentukan apakah penyesuaian perlu dibuat, dan untuk menentukan di mana perubahan harus dibuat di masa depan.
  • Berunding dengan pengguna jaringan tentang bagaimana untuk memecahkan masalah sistem yang ada.

8. Network Systems and Data Communications Analysts

  •  Menguji dan mengevaluasi hardware dan software untuk menentukan efisiensi, reliabilitas, dan kompatibilitas dengan sistem yang ada, dan membuat rekomendasi pembelian.
  • Desain dan implementasi sistem, konfigurasi jaringan, dan arsitektur jaringan, termasuk teknologi perangkat keras dan perangkat lunak, lokasi situs, dan integrasi teknologi.
  • Membantu pengguna untuk mendiagnosa dan memecahkan masalah komunikasi data.
  • Memantau kinerja sistem dan menyediakan langkah-langkah keamanan, tips dan pemeliharaan yang diperlukan.
  • Menjaga dibutuhkan file dengan menambahkan dan menghapus file pada server jaringan dan membuat cadangan file untuk menjamin keselamatan file apabila terjadi masalah dengan jaringan.
  • Bekerja dengan engineer lain, analis sistem, programer, teknisi, ilmuwan dan manajer tingkat atas dalam pengujian, desain dan evaluasi sistem.
  • Mengidentifikasi area operasi yang perlu diupgrade peralatan seperti modem, kabel serat optik, dan kabel telepon.
  • Konsultasi pelanggan, kunjungi tempat kerja atau melakukan survei untuk menentukan kebutuhan pengguna sekarang dan masa depan.
  • Melatih pengguna dalam menggunakan peralatan.
  • Memelihara perangkat seperti printer, yang terhubung ke jaringan.

9. Web Administrators

  • Back up atau memodifikasi aplikasi dan data yang terkait untuk menyediakan pemulihan kerusakan.
  • Menentukan sumber halaman web atau masalah server, dan mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.
  • Meninjau atau memperbarui konten halaman web atau link pada waktu yang tepat, menggunakan tool-tool.
  • Memonitor sistem untuk intrusi atau serangan denial of service, dan melaporkan pelanggaran keamanan untuk personil yang tepat.
  • Menerapkan langkah-langkah keamanan situs web, seperti firewall atau enkripsi pesan.
  • Mengelola internet / intranet infrastruktur, termasuk komponen seperti web, file transfer protocol (FTP), berita dan server mail.
  • Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk membahas, menganalisis, atau menyelesaikan masalah kegunaan.
  • Test backup atau pemulihan rencana secara teratur dan menyelesaikan masalah.
  • Memonitor perkembangan web melalui pendidikan berkelanjutan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
  • Menerapkan update, upgrade, dan patch pada waktu yang tepat untuk membatasi hilangnya layanan.

10. Web Developers

  • Mendesain, membangun, atau memelihara situs web, menggunakan authoring atau bahasa scripting, alat penciptaan konten, alat manajemen, dan media digital.
  • Melakukan atau update situs web langsung.
  • Menulis, desain, atau mengedit konten halaman web, atau yang lain langsung memproduksi konten.
  • Berunding dengan tim manajemen atau pengembangan untuk memprioritaskan kebutuhan, menyelesaikan konflik, mengembangkan kriteria konten, atau memilih solusi.
  • Back-up file dari situs web untuk direktori lokal untuk pemulihan instan dalam kasus masalah.
  • Mengidentifikasi masalah yang ditemukan oleh umpan balik pengujian atau pelanggan, dan memperbaiki masalah masalah atau merujuk pada personalia yang tepat untuk koreksi.
  • Evaluasi kode untuk memastikan bahwa itu adalah sah, benar terstruktur, memenuhi standar industri dan kompatibel dengan browser, perangkat, atau sistem operasi.
  • Menjaga pemahaman teknologi web saat ini atau praktek pemrograman melalui melanjutkan pendidikan, membaca, atau partisipasi dalam konferensi profesional, workshop, atau kelompok.
  • Menganalisis kebutuhan pengguna untuk menentukan persyaratan teknis.
  • Mengembangkan atau memvalidasi tes routine dan jadwal untuk memastikan bahwa uji kasus meniru antarmuka eksternal dan alamat semua jenis browser dan perangkat.

11. Computer Security Specialists

  • Mengenkripsi transmisi data dan membangun firewall untuk menyembunyikan informasi rahasia seperti sedang dikirim dan untuk menahan transfer digital tercemar.
  • Mengembangkan rencana untuk melindungi file komputer terhadap modifikasi disengaja atau tidak sah, perusakan, atau pengungkapan dan untuk memenuhi kebutuhan pengolahan data darurat.
  • Meninjau pelanggaran prosedur keamanan komputer dan mendiskusikan prosedur dengan pelanggar untuk memastikan pelanggaran tidak terulang kembali.
  • Memonitor penggunakan file data dan mengatur akses untuk melindungi informasi dalam file komputer.
  • Monitor laporan saat ini dari virus komputer untuk menentukan kapan untuk memperbarui sistem perlindungan virus.
  • Memodifikasi keamanan file komputer untuk memasukkan software baru, memperbaiki kesalahan, atau mengubah status akses individu.
  • Melakukan penilaian risiko dan melaksanakan tes pengolahan data sistem untuk memastikan fungsi pengolahan data kegiatan dan langkah-langkah keamanan.
  • Berunding dengan pengguna untuk membahas isu-isu seperti akses data komputer kebutuhan, pelanggaran keamanan, dan perubahan pemrograman.
  • Melatih pengguna dan meningkatkan kesadaran keamanan untuk memastikan keamanan sistem dan untuk meningkatkan efisiensi server dan jaringan.