. Lembaga Sertifikasi Profesi: 11/24/14

Senin, 24 November 2014

MEA 2015 sukses atau tergilas

Di mata internasional ASEAN punya posisi tersendiri. Asia Tenggara, bagaimana pun adalah salah satu dari pusat lalu lintas barang dan jasa dunia. Ada begitu banyak sumber daya alam di sini. Demikian juga dengan bisnis tambang, industri, dan jumlah calon konsumen yang luar biasa. Kurang lebih 400 juta orang! Dengan PDB senilai triliunan rupiah, biaya tenaga kerja yang lebih murah dan sumber daya alam yang wah, siapa yang bisa menyangkal betapa menariknya Asia Tenggara di mata bisnis dunia? Bahkan di mata negara-negara adidaya, seperti Amerika dan China ASEAN nampak begitu menggoda.


Sejak 2003 ASEAN sudah menyepakati gagasan komunitas ekonomi ASEAN. Saat itu, ASEAN menetapkan tahun 2020 sebagai awalnya. Akan tetapi tahun 2007, keputusan itu diubah menjadi 2015. Tujuannya tentu saja, menghadirkan komunitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara yang menghilangkan sekat-sekat dalam bisnis antarnegaranya. Di Indonesia, ide ini diberi nama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).


Tapi mampukah dunia bisnis, khususnya di Indonesia, bersaing seimbang dengan bisnis-bisnis negara ASEAN lainnya pada era perdagangan bebas, tahun depan? Tentu, saja ada potensi bisnis dan keuntungan yang besar bila bicara MEA. Bayangkan lalu lintas bisnis yang lebih aktif, tanpa halangan birokrasi atau reduksi profit untuk biaya bea cukai di pelabuhan. Sebagai pengusaha, Anda bisa terlibat transaksi dalam kurs yang lebih tinggi, jaringan yang lebih luas, dan konsumen yang lebih besar. Pun sebagai pekerja, Anda bisa bekerja untuk perusahaan-perusahaan asing dengan salaryyang lebih menggiurkan. Seiring dengan MEA pasti banyak perusahaan asing membuka perwakilannya di Indonesia. Lowongan pekerjaan yang lebih variatif akan terbuka lebar untuk Anda.


Tapi, konsep MEA akan terlihat indah bila bisnis dan diri Anda dipersiapkan dengan seksama. Jika tidak, mulai tahun 2015 Anda akan jadi penonton di negeri sendiri. Persaingan tidak lagi antar orang Indonesia, tapi juga orang dari berbagai bangsa, dengan kecerdasan dan tingkatan yang berbeda. Jangan mau tergilas!


Masih ada waktu untuk menyiapkan diri. Dari sisi potensi, Indonesia jelas bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dalam MEA. Secara ekonomi Indonesia adalah negara ke-16 dalam urusan PDB, yang nilainya nyaris US$ 1 triliun di tahun ini. Namun, secara daya saing, kita masih tertinggal jauh. Skill yang rendah, birokrasi yang ribet, sampai kurang layaknya infrastruktur jelas menjadi PR besar sebelum MEA diterapkan tahun depan. Persiapkan diri, waktunya sudah tak lama lagi!

Konsep Masyarakat Ekonomi ASEAN

MEA adalah bentuk integrasi ekonomi ASEAN dalam artian adanya system perdagangan bebas antara Negara-negara asean. Indonesia dan sembilan negara anggota ASEAN lainnya telah menyepakati perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC).
 
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut dalam Visi 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. dalam mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN harus bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap sistem untuk kepatuhan dan pelaksanaan komitmen ekonomi yang efektif berbasis aturan.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN,

Pada saat yang sama, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mengatasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat integrasi terhadap Negara Kamboja, Laos, Myanmar dan VietNam melalui Initiative for ASEAN Integration dan inisiatif regional lainnya.

Bentuk Kerjasamanya adalah :
  1. Pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas;
  2. Pengakuan kualifikasi profesional;
  3. Konsultasi lebih dekat pada kebijakan makro ekonomi dan keuangan;
  4. Langkah-langkah pembiayaan perdagangan;
  5. Meningkatkan infrastruktur
  6. Pengembangan transaksi elektronik melalui e-ASEAN;
  7. Mengintegrasikan industri di seluruh wilayah untuk mempromosikan sumber daerah;
  8. Meningkatkan keterlibatan sektor swasta untuk membangun Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Pentingnya perdagangan eksternal terhadap ASEAN dan kebutuhan untuk Komunitas ASEAN secara keseluruhan untuk tetap melihat ke depan,
karakteristik utama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA):
  1. Pasar dan basis produksi tunggal,
  2. Kawasan ekonomi yang kompetitif,
  3. Wilayah pembangunan ekonomi yang merata
  4. Daerah terintegrasi penuh dalam ekonomi global.
Karakteristik ini saling berkaitan kuat. Dengan Memasukkan unsur-unsur yang dibutuhkan dari masing-masing karakteristik dan harus memastikan konsistensi dan keterpaduan dari unsur-unsur serta pelaksanaannya yang tepat dan saling mengkoordinasi di antara para pemangku kepentingan yang relevan.

Referensi
www.asean.org