. Lembaga Sertifikasi Profesi: 10/29/14

Rabu, 29 Oktober 2014

Lulusan SMK Harus punya nilai Plus

Akhir-akhir ini sering kita mendengar iklan layanan Pemerintah di radio dan televisi mengkampanyekan agar para pelajar lulusan SMP untuk masuk sekolah menengah kejuruan atau SMK. Berbagai keunggulan SMK ditonjolkan untuk menarik para pelajar SMP dan orangtuanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di SMK. Memang diakui dengan masuk SMK, para pelajar selain mendapat pelajaran umum seperti di sekolah menengah umum, juga mendapat ilmu keterampilan khusus sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.Namun jika melihat di bidang prestasi akademik, pelajar-pelajar SMK masih tertinggal bila dibandingkan prestasi-prestasi akademik pelajar-pelajar SMU. Sehingga umumnya dalam pandangan masyarakat masih menganggap menyekolahkan anaknya di SMU lebih terjamin prestasi akademiknya daripada disekolahkan di SMK. Walaupun SMK mempunyai tambahan keterampilan khusus, banyak masyarakat berpandangan belum menganggap penting tambahan keterampilan plus tersebut. Namun nampaknya pandangan ini akan segera berubah karena SMK diprioritaskan Pemerintah untuk lebih dikembangkan dan diperbanyak jumlahnya dibandingkan dengan SMA. Sehingga diharapkan prestasi pelajar-pelajar SMK akan semakin baik dalam kompetensi akademik maupun kompetensi keterampilan kerja.

Pemerintah menargetkan tahun 2015, perbandingan jumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) di Indonesia mencapai 70 persen banding 30 persen. Kebijakan tersebut dilatarbelakangi kenyataan komposisi tenaga kerja Indonesia mayoritas unskill workers (pekerja yang tidak punya skill atau kompetensi di bidangnya). Lulusan SMA memang diproyeksikan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, namun ditengarai lulusan SMA selama ini banyak yang mencari pekerjaan, karena hanya 30% saja yang mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi, sementara yang 70% harus bekerja meskipun tanpa bekal keterampilan yang memadai. Menurut data Badan Statistik Nasional (BPS) tahun 2006, ada 81,1 juta tenaga kerja Indonesia diisi kelompok unskill workers (pekerja yang tidak punya skill atau kompetensi di bidangnya). Kelompokunskill workers ini mayoritas adalah lulusan SMA. Sedangkan kelompok di atasnya diisi skill workers (pekerja dengan skillatau kompetensi dibidangnya) sebesar 20,4 juta orang. Serta komposisi teratas merupakan pekerja expert (ahli) dengan 4,8 juta orang. Kebijakan Pemerintah memperbanyak jumlah SMK dibanding jumlah SMA ini, selain untuk mengatasi pengangguran, juga dalam jangka panjang untuk mempersiapkan daya saing di era perdagangan bebas/globalisasi yang akan segera diberlakukan. Dalam era perdagangan bebas, selain kualitas tenaga kerja yang akan bersaing ketat, institusi pendidikannya pun akan bersaing ketat pula dengan institusi pendidikan luar negeri. Oleh karena itu, institusi pendidikan di Indonesia harus dipersiapkan pula untuk dapat berkompetisi dengan institusi pendidikan luar negeri agar pasar pendidikan tidak didominasi oleh asing dan dapat menghasilkan output tenaga kerja yang berkualitas dan berdaya saing internasional. Pemerintah pun memprioritaskan pengembangan SMK secara bertahap hingga mutu dan kualitasnya berstandar internasional.

Tingkat persaingan yang semakin ketat saat diberlakukannya perdagangan bebas, mengharuskan para pelajar SMK memiliki nilai plus yang lebih plus (plus+plus) dari kondisi pelajar SMK sekarang. Nilai plus tersebut antara lain keterampilan kerja khusus yang ditekuni lebih mendalam lagi dengan tidak mengenyampingkan peningkatan prestasi akademik. Selain itu, kemampuan pelajar SMK juga ditunjang dengan pelatihan pematangan mental yang prima. Sehingga dalam menghadapi dunia kerja, para pelajar sudah pintar, ahli, matang, dan siap bekerja keras. Tantangan dunia kerja yang semakin sulit mengharuskan para pelajar SMK memiliki strategi khusus untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang prestasi akademik maupun prestasi penguasaan keterampilan kerja khusus kejuruan. Setiap individu yang menginginkan kesuksesan, hendaknya memiliki ciri khas tersendiri pada kemampuan kerjanya. Hal itu bisa diperoleh jika individu tersebut kreatif, inovatif, dan pantang menyerah dalam belajar sesuatu yang baru serta berani menerima tantangan kemampuan belajar dan bekerja.

Penguasaan bahasa asing mutlak diperlukan untuk dapat bersaing di pasar Internasional. Bagi para pelajar SMK, penguasaan bahasa asing wajib dimiliki dalam menunjang performa (kualitas) kerja dan kuantitas hasil pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, sejak dini para pelajar SMK mempersiapkan kemampuan bahasa asing mereka untuk dapat bersaing dengan tenaga-tenaga kerja asing yang akan masuk ke Indonesia. Bahasa asing yang mutlak dikuasai pun tidak hanya bahasa Inggris namun juga bahasa-bahasa asing lain yang memiliki prospek industri yang sangat baik seperti bahasa Jepang, Jerman, Italia, China(Mandarin), Korea, dan lain sebagainya.

Kini saatnya, para pelajar SMK harus bangkit untuk maju. Tidak hanya demi masa depan mereka sendiri namun juga demi harga diri bangsa dan Negara Indonesia. Para pelajar SMK di Indonesia harus plus + plus, artinya selain memiliki prestasi akademik yang bagus, juga memiliki keterampilan yang berkualitas baik, serta memiliki ciri khas kemampuan kerja yang profesional dengan mental matang ditunjang wawasan luas, plus penguasaan bahasa asing yang unggul. Dengan demikian, lulusan SMK yang plus+plus akan lebih siap bersaing di pasar bebas internasional yang akan segera dijelang pemberlakuannya.

Bukan hal yang mudah memang untuk menjadi tenaga kerja unggulan di pasar kerja internasional. Namun hal tersebut bukanlah hal yang mustahil bagi para pelajar SMK. Apalagi jika nantinya lulusan SMK yang sudah plus+plus dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, bahkan jika dapat melanjutkan pendidikan ke luar negeri, lulusan SMK ini plusnya jadi bertambah menjadi 4 plus atau bahkan 5 plus. Artinya, harga jasa keahlian yang diberikannya pun akan semakin tinggi pula di pasar kerja internasional. Jadi, bagi para pelajar SMK, segera persiapkan diri untuk menjadi pemenang era globalisasi saat ini dan di masa yang akan datang.Ok!

Cara Sederhana Meningkatkan Kinerja dan Loyalitas Karyawan Perusahaan

Karyawan atau Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satu kekuatan perusahaan dalam mewujudkan visi dan misi perusahaan. Mulai dari karyawan tingkat operasional sampai dengan managerial adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan untuk mencapai kinerja dan performan kinerja yang tinggi. Sebagai pelaku bisnis yang hampir semua pekerjaan di lakukan oleh karyawan hendaklah kita selalu meningkatkan dan menjaga kinerja karyawan agar tetap optimal, karena tanpa keberadaan karyawan bisnis tidak akan berjalan. Karyawan atau SDM adalah aset yang sangat berharga bagi kemajuan perusahaan, karena tanpa karyawan yang bagus dan berkualitas tidak akan pernah terjadi perusahaan yang besar dan luar biasa.

Untuk tetap menjaga agar performan karyawan terus bagus dan bahkan meningkat, kita sebagai pelaku bisnis hendaklah membina semangat dan gaerah mereka dalam bekerja. Ada berbagai hal untuk tetap menjaga dan mempertahankan kinerja karyawan agar tetap prima. Menjaga kinerja karyawan sangat penting sehingga semua pekerjaan akan maksimal di semua lini. Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan kinerja karyawan seperti:

Melakukan Training untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan karyawan.
 
Training bisa di lakukan untuk penyegaran kinerja dan semangat karyawan yang selama ini telah bekerja begitu penatnya, sehingga perlu adanya suasana yang membuat mereka bergaerah kembali dalam bekerja. Training juga bisa di gunakan dalam mengupgrade pengetahuan dan ketrampilan karyawan sesuai dengan tujuan perusahaan. Training ini biasanya di bagi dua tergantung dari tujuan kita melakukan training tersebut. Outbound training biasa dilakukan untuk training karyawan yang mengharapkan peningkatan motivasi dan ketrampilan kerja dengan cara yang berbeda, karyawan di ajak melihat suasana kerja dengan kacamata yang berbeda tapi masih bisa di aplikasikan dalam dunia pekerjaannnya, sedangkan In Class training biasanya banyak di isi oleh materi-materi untuk membuka wacana baru atau trend industry saat ini sehingga karyawan akan terpompa motivasinya ketika melihat kompetisi ke depan semakin ketat. Keduanya baik tergantung dari kebutuhan kita saat ini yang sesuai dengan kondisi karyawan dan perusahaan saat ini dan masa yang akan datang.

Kedekatan emosional antara atasan dan bawahan juga bisa menjaga kinerja karyawan, karena pada prinsipnya karyawan juga manusia, yang ingin di hargai dan di perhatikan. Perhatian sekecil apapun akan bisa meningkatkan dan menjaga kinerja karyawan.

Pemberian Penghargaan kepada karyawan.

Hal ini bisa juga di lakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan, tapi hati-hati cara melakukannnya karena bisa saja ketika reward tidak bisa di jaga akan cepat sekali mendemotivasi karyawan, karena karyawan yang biasa dengan reward akan bisa merubah motif dalam bekerja.

Jalin hubungan kedekatan antar keluarga karyawan.

 Kegiatan ini bisa dilakukan ketika skala perusahaan masih kecil, atau level tertentu saja misal cabang atau rayon yang bisa di lakukan sewaktu-waktu, karena dalam melakukan tidak memerlukan waktu khusus dengan settingan khusus, misal dilakukan pada saat hari ulang tahun perusahaan, atau arisan antar keluarga karyawan. Hal tersebut akan membawa suasana yang hangat dan menambah betah karyawan di dalam perusahaan karena keluarga juga mendukung.

Demikian sekelumit tentang bagaimana meningkatkan kinerja karyawan, sehingga karyawan akan selalu menunjukan kinerja yang optimal sepanjang hari. Semoga sedikit tips ini bisa memberikan perubahan bagi perusahaan bapak ibu semua, sehingga akan mebawa kesuksesan untuk kita semua.