. Lembaga Sertifikasi Profesi: 01/05/15

Senin, 05 Januari 2015

Mengenal Sertifikat IT

Dalam dunia IT, mungkin kita terampil dalam menggunakan aplikasi Microsoft Office, atau mahir dalam mengoperasikan Linux, atau expert dalam mengelola sebuah database. Tapi saat masuk ke dunia kerja, adakah yg tau bahwa kita memang menguasai atau ahli dalam bidang-bidang tersebut? Nah, sebagai salah satu sarana pembuktian bahwa kita memang menguasai bidang tertentu dalam dunia IT ini adalah dengan Sertifikasi IT.






Definisi

Secara garis besar sertifikasi IT adalah "sebuah bentuk penghargaan yang diberikan kepada seorang individu yang dianggap memiliki keahlian dalam bidang IT tertentu / spesifik". Bentuk penghargaan ini berupa sertifikat khusus yang umumnya disertai dengan titel tertentu. Jika pernah mendengar istilah semacam CCNA, MCTS, CEH, OCP, dlsb, itulah contoh titel bagi seorang pemegang sertifikat IT. Sertifikat IT ini berlaku Internasional dan dirilis / diterbitkan oleh vendor atau organisasi khusus yang tentunya sudah diakui secara Internasional juga. Bidangnya sendiri beragam, mulai dari sistem operasi, aplikasi, networking, programming, database, hingga IT management.

Spoiler for Contoh Logo & Titel Sertifikasi IT: 



Pertanyaan pertama yg pastinya diajukan adalah "bagaimana cara mendapatkan sertifikat ini?"
Caranya sangat mudah, yaitu dengan mengikuti ujian di tempat2 khusus ujian resmi. Cara mengikuti ujian ini berikut hal2 lainnya yg terkait akan dibahas dibawah ini.


Jenis Sertifikasi IT

Pada dasarnya sertifikasi IT ini dibagi kedalam 2 kelompok, yaitu Vendor Based dan Vendor Neutral.

Vendor Based
Sertifikasi vendor based adalah sertifikasi IT yg dikeluarkan oleh vendor tertentu dan materi ujiannya jelas mengacu pada produk atau teknologi yg memang dirilis oleh vendor tersebut. Contoh vendor yang merilis sertifikasi ini diantaranya Microsoft, Cisco, Oracle, Symantec, HP, Huawei, dst. Contoh title sertifikasinya misalnya MCTS, MCITP, OCP, CCNA, dst.

Vendor Neutral
Sesuai namanya, sertifikasi ini dirilis oleh suatu badan atau organisasi yg tidak terikat ke vendor manapun, dengan kata lain cakupannya global. Materi ujian untuk sertifikasi ini jelas sangat luas dan tentunya kita juga harus mengetahui produk dan teknologi dari multiple vendor. Dan karena cakupannya global maka sertifikasi Vendor Neutral umumnya memiliki rating yang lebih tinggi dibandingkan sertifikasi Vendor Based. Contoh organisasi yg merilis sertifikasi ini misalnya CompTIA serta EC-Council, dan contoh title sertifikasinya misalnya A+, Network+, CEP, CEH, dst.


Penyelenggara dan Pengatur Ujian

Seperti telah disinggung diatas, cara untuk mendapatkan sertifikasi ini sangat mudah, yaitu dengan mengikuti ujian di tempat2 khusus ujian. Ada banyak perusahaan yg bertindak sebagai penyelenggara ujian ini, namun dari sekian banyaknya hanya ada 3 perusahaan resmi yang umum terlibat sebagai penyelenggara ujian ini, yaitu Prometric,Pearson Vue (sering disingkat Vue saja), dan Certiport. Perusahaan2 tsb kemudian menunjuk perwakilan / partner di tiap2 negara untuk mempermudah proses pelaksanaan ujian ini. Dengan demikian, kita mengikuti ujian di perusahaan yg menjadi perwakilan / partner tersebut atau yg umum disebut dgn Authorized Test Center (ATC).

Spoiler for Diagram Proses dari Penerbit Ujian hingga ke ATC: 


Baik Prometric, Vue ataupun Certiport umumnya menangani vendor atau organisasi yg berbeda. Misalnya ujian sertifikasi Microsoft ditangani oleh Prometric, ujian sertifikasi Office ditangani oleh Certiport, ujian sertifikasi Cisco dan Oracle ditangani oleh Vue, dst. Jadi jika Anda hendak mengikuti ujian sertifikasi, pastikan dulu sebelumnya sertifikasi yang hendak Anda ambil tersebut ditangani oleh siapa, apakah Prometric, Vue atau Certiport.

sumber : Kaskus

MEA 2015, persaingan usaha semakin ketat

2015 merupakan tahun penuh tantangan. Hal ini dikarenakan pada tahun ini, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai berlaku. Tidak akan ada lagi batas antara dunia industri negara-negara ASEAN. Jadi, persaingan dunia usaha akan semakin ketat.

Meskipun persaingan semakin ketat, ada banyak jenis usaha kecil yang menguntungkan yang dapat Anda coba. Salah satunya adalah usaha bersistem waralaba. Akan ada banyak usaha waralaba yang berasal dari berbagai negara di ASEAN yang masuk ke Indonesia. Akan tetapi, bila Anda memiliki usaha dengan sistem ini, Anda mempunyai kelebihan utama dalam bersaing dengan waralaba dari negara lain.

Keuntungan pertama adalah harga. Harga waralaba luar dipastikan akan jauh lebih mahal daripada waralaba lokal. Jadi, Anda akan lebih mudah mencari mitra untuk bisnis waralaba Anda.

Di lain sisi, bila Anda saat ini sedang mencari cara memulai usaha, MEA 2015 dapat menjadi kesempatan emas untuk memulai usaha dengan sistem waralaba. Akan ada banyak waralaba yang dapat Anda pilih. Tetapi, perhatikan beberapa hal, sebelum memilih usaha kecil yang menguntungkan ini.

Bije Widjajanto, pengamat waralaba Ben WarG Consulting Franchising dan Business memberikan 3 hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih waralaba ini. 3 hal tersebut adalah komitmen pemilik waralaba, perusahaan harus stabil dan lokasi usaha saat Anda menjalankan waralaba.

Persaingan waralaba ini juga disampaikan oleh Amir Karamoy, Ketua Komite Tetap Waralaba dan Lisensi KADIN. Banyak waralaba dari luar ini membidik sektor pangan. Hal ini membuat persaingan usaha kuliner di Indonesia akan semakin ketat.

Menurut pemilik Nasi Gandul Mas Tri, Hefni Tri Sriyantono, waralaba di bidang ini juga sangat menjanjikan. Anda hanya perlu memilih jenis usaha kecil yang menguntungkan di bidang yang Anda sukai.

Biaya waralaba juga penting untuk Anda perhatikan. Bukan hanya biaya investasi awal untuk membeli hak waralaba. Biaya-biaya selanjutnya yang harus Anda keluarkan juga sangatlah penting.

Anda harus memperhitungkan biaya sewa tempat untuk menjalankan waralaba tersebut. Ada pula biaya royalti yang harus Anda bayar tiap bulannya. Bila perusahaan waralaba mewajibkan Anda membeli bahan baku dari pusat, maka biaya ini juga harus masuk dalam perhitungan Anda.

Pada dasarnya, 2015 adalah tahun terbaik untuk Anda yang ingin memulai usaha. Akan ada banyak kesempatan tersedia dengan banyaknya waralaba yang masuk ke Indonesia. Untuk Anda yang memiliki usaha dengan sistem waralaba, Anda pun mempunyai peluang untuk mengembangkan bisnis Anda. Peluang mendapatkan mitra akan lebih besar dan kesempatan mengembangkan usaha ini akan lebih terbuka.

Apapun itu, Anda harus berusaha lebih keras, lebih kreatif dan membuat berbagai inovasi baru agar usaha Anda dapat bertahan di tahun 2015. Dengan cara ini, semua jenis usaha kecil yang menguntungkan yang Anda jalankan akan membawa Anda menuju target sukses Anda.

FORMAT SKKNI (STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA)

Kode : Kode unit diisi dan ditetapkan dengan mengacu pada format kodifikasi SKKNI.

Judul : Mendefinisikan tugas/pekerjaan suatu unit kompetensi yang menggambarkan sebagian atau
            keseluruhan standar kompetensi.

Deskripsi Unit : Menjelaskan Judul Unit yang mendeskripsikan pengetahuan dan keterampilan  yang  dibutuhkan dalam mencapai standar kompetensi

Elemen Kompetensi : Mengidentifikasi tugas-tugas yang harus dikerjakan untuk mencapai  kompetensi berupa dikerjakan untuk mencapai kompetensi berupa apa yang harus dicapai.

Kriteria Unjuk Kerja : Menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untuk memperagakan kompetensi di setiapelemen, apa yang harus dikerjakan pada waktu menilai dan apakah syarat-syarat dari elemen dipenuhi.

Batasan Variabel : Ruang lingkup, situasi dan kondisi dimana kriteria unjuk kerja diterapkan. Mendefinisikan situasi dari unit dan memberikan informasi lebih jauh tentang tingkat otonomi perlengkapan dan materi yang mungkin digunakan dan mengacu pada syarat-syarat yang ditetapkan, termasuk peraturan dan produk atau jasa yang dihasilkan.

Panduan Penilaian : Membantu menginterpretasikan dan menilai unit dengan mengkhususkan petunjuk nyata yang perlu dikumpulkan, untuk memperagakan kompetensi sesuai tingkat keterampilan yang digambarkan dalam kriteria unjuk kerja, yang meliputi :
- Pengetahuan dan keterampilan yang yang dibutuhkan untuk seseorang dinyatakan kompeten pada tingkatan tertentu.
- Ruang lingkup pengujian menyatakan dimana, bagaimana dan dengan metode apa pengujian seharusnya dilakukan.
- Aspek penting dari pengujian menjelaskan hal-hal pokok dari pengujian dan kunci pokok yang perlu dilihat pada waktu pengujian.

Kompetensi kunci : Keterampilan umum yang diperlukan agar kriteria unjuk kerja tercapai pada tingkatan kinerja yang dipersyaratkan untuk peran / fungsi pada suatu pekerjaan.
 
Kompetensi kunci meliputi:
  1. - Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi.
  2. - Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi.
  3. - Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas.
  4. - Bekerja dengan orang lain dan kelompok.
  5. - Menggunakan ide-ide dan teknik matematika.
  6. - Memecahkan masalah.
  7. - Menggunakan teknologi.

Kompetensi kunci dibagi dalam tiga tingkatan yaitu :

Tingkat 1 harus mampu :
- melaksanakan proses yang telah ditentukan.
- menilai mutu berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Tingkat 2 harus mampu :
- mengelola proses.
- menentukan kriteria untuk mengevaluasi proses.

Tingkat 3 harus mampu :
- menentukan prinsip-prinsip dan proses.
- mengevaluasi dan mengubah bentuk proses.
- menentukan kriteria untuk pengevaluasian proses.

Penggunaan SKKNI

Standar Kompetensi dibutuhkan oleh beberapa lembaga / institusi yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia, sesuai dengan kebutuhan masing- masing :
 
1.    Untuk institusi pendidikan dan pelatihan
  • Memberikan informasi untuk pengembangan program dan kurikulum
  • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian, sertifikasi
2.    Untuk dunia usaha / industri dan penggunaan tenaga kerja
  • Membantu dalam rekruitmen
  • Membantu penilaian unjuk kerja
  • Membantu dalam menyusun uraian jabatan
  • Untuk mengembangkan program pelatihan yang spesifik berdasar kebutuhan dunia usaha / industri
 3.    Untuk institusi penyelenggara pengujian dan sertifikasi
  • Sebagai acuan dalam merumuskan paket-paket program sertifikasi sesuai dengan kulifikasi dan levelnya.
  • Sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelatihan penilaian dan sertifikasi